Integrasi Hukum Administrasi Negara, Governance Multi-Aktor, dan Pengembangan SDM dalam Pengelolaan Indikasi Geografis Nanas Bikang Bangka Selatan

Authors

  • RENDI SAPUTRAMA Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Selatan Author
  • Achmad Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Selatan Author

Keywords:

Hukum Administrasi Negara, governance multi-aktor, Indikasi Geografis, sumber daya manusia, MPIG, Nanas Bikang

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Hukum Administrasi Negara (HAN), governance multi-aktor, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan Indikasi Geografis (IG) Nanas Bikang Bangka Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen resmi IG, observasi lapangan, serta triangulasi literatur terkait regulasi IG, tata kelola kolaboratif, dan manajemen mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ekologis Desa Bikang, seperti kondisi tanah sandy loam, iklim tropis basah, dan praktik budidaya lokal, berperan penting dalam membentuk legitimasi mutu IG. Namun, pengelolaan IG masih menghadapi kendala berupa lemahnya implementasi prosedur administratif, ketidakseragaman mekanisme pengawasan, serta keterbatasan kompetensi SDM, khususnya pada tingkat petani dan pengurus MPIG. Penelitian ini menawarkan model integrasi HAN–Governance–SDM sebagai kontribusi teoretis dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat keberlanjutan dan perlindungan IG berbasis kolaborasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Achmad, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Selatan

    Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Selatan

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Banakar, R., & Travers, M. (Eds.). (2005). Theory and method in socio-legal research. Hart Publishing.

Barjolle, D., & Sylvander, B. (2000). Some factors of success for origin labelled products in agri-food chains. Economics of Agriculture, 47(1), 27–35.

Bowen, S., & Zapata, A. V. (2009). Geographical indications, terroir, and socioeconomic development. World Development, 37(9), 1410–1414. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2008.08.005

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dev, S. M., & Sundaram, A. (2019). Geographical indications and rural development. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-13-8068-3

Indonesia. (2016). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Lembaran Negara Republik Indonesia.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Indonesia. (2016). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Lembaran Negara Republik Indonesia.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

MPIG Nanas Bikang Bangka Selatan. (2024). Dokumen deskripsi indikasi geografis Nanas Bikang Bangka Selatan. Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Nanas Bikang Bangka Selatan.

Ridwan, H. R. (2018). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Published

14-03-2026

How to Cite

SAPUTRAMA, R., & Affandi, A. (2026). Integrasi Hukum Administrasi Negara, Governance Multi-Aktor, dan Pengembangan SDM dalam Pengelolaan Indikasi Geografis Nanas Bikang Bangka Selatan. Recht: Journal of Legal Studies, 1(1). https://ejournal.lpkhtrisakti.org/index.php/recht/article/view/5

Similar Articles

1-10 of 26

You may also start an advanced similarity search for this article.